Teringat Kembali Kenangan Itu

Matkul bahasa indonesia, minggu ini dikasih tugas sama pak dosen buat karangan bertemakan “masa kecil”. Aduh berat ini, akhir-akhir ini aku sering menangis, entah kenapa. Bisa jadi karna aku sekarang jauh dari orang tua, karna tidak sependapat saat kerja kelompok, di kosan hanya aku seorang di kamar dan yang mahasiswa hanya ada 3 termasuk aku diantara 8 kamar,  ada pun terkadang dia jarang bersamaku, dan mahasiswa yang satunya sedang mengerjakan KKN, karna dia sudah semester 7.  

Entah apa yang membuat ku menangis akhir-akhir ini, aku merasa ini bukan diriku, dulu aku tidak pernah cengeng seperti ini, aku seperti ini semenjak kelas 3 SMA, ku rasa ku sadari itu. 

Sehingga bila kuingat kembali kenangan masa kecil ku, aku meneteskan air mata. Bukan sedih yang kurasakan melainkan kebahagiaan yang kurasakan, manisnya kebersamaan, ingin rasanya ku ulang saat-saat itu.

 Kenangan yang tak akan kulupakan sampai hayatku. Saat aku, kedua orang tuaku serta kakakku memiliki sebuah kedai/warung yang dinamakan “kedai Anto”. Anto sendiri diambil dari nama bapakku. Bertempat di jalan Ronggowarsito no 3c Pekanbaru Riau. Yah karna memang disanalah aku dibesarkan, di kedai itulah hari-hari ku bermain, aku tertawa, aku menangis, aku dimanja bersama kedua orang tuaku, selain dirumah atau saat kami liburan.

Waktu itu aku masih berumur dibaawah 5 tahun, namun sepucuk kenangan yang ku ingat di kedai itu, saat malam hari, di saat bapakku kedapatan kerja malam. Aku, mama, dan kakakku tidur bersama dibawah lantai, hanya di alasi kasur tipis, bantal guling, dan selimut. yang membuat aku tak dapat melupakannya, karna kami tidur di bawah yang diatasnya adalah meja gantung untuk meletakkan jajanan-jajanan, yang akan dijualkan.

Di saat bapakku tak bekerja pada malam harinya,  di malam hari ada saja yang berjualan mie keliling, dan saat kedai sudah tutup pun pasti kami beli. tak hanya ada kedai kami yang berjualan disana, ada yang lain, siomay batagor Bandung om uus, bakso om mitro, kalau pagi hari ada tukang sayur pakai motor, kami namai dengan nama pak kumis karna yang berjualan ada kumisnya.

Banyak sebenarnya yang masih kuingat, hanya saja sulit bagiku untuk menggungkapkan apa yang aku rasakan, betapa senangnya bila waktu dapat kuputar, aku akan memutarnya pada saat kedai kami masih ada. Namun immposible sekali rasanya, kini hanya bisa dinikmati kembali dalam mimpi.

Sampai saat ini mungkin aku masih bingung memilih karangan dari pengalaman masa kecilku yang akan aku pilih, mungkin aku akan memilih pengalaman yang lain, sebab jika nanti tugas ini akan dipresentasikan, kemungkinan besar aku akan menangis bila aku memilih pengalaman yang satu ini.

 

 

 

Masa kecil memang masa-masa bahagia, namun kedepannya masih ada masa-masa yang tidak akan terlupakan jua.

 

 

 

LOVE

MY PARENTS

THANK’S FOR MY FAMILY

 

KALIAN ADALAH PENYEMANGATKU…

 

by:yasmin

 

Iklan

CADEL itu apa y? ku kasih tau y….

Cadel atau cedal adalah ketidakmampuan seseorang mengucapkan huruf-huruf tertentu, misalnya “R” dibaca “L”, umumnya memang saat kita masih kecil, tidak bisa menyebutkan huruf tersebut. tapi tidak hanya pada masa kita masih kecil aja, ada lho yang sampai dewasa. mungkin penyebabnya bisa berbagai macam hal, dapat berupa faktor fisik seperti bentuk lidah yang tidak memungkinkan mengucapkan huruf tersebut maupun belum terlatihnya lidah untuk mengucapkan huruf tersebut. dan faktor lingkungan juga berperan, seperti bagaimana orang-orang disekitarnya mengajak bicara, misalnya jika seorang anak selalu diajak bicara dengan cara cadel (oleh orang dewasa), maka anak tersebut cenderung meniru cara bicara tersebut dan berakibat sang anak menjadi cadel pula.

seperti aku yang sampai saat ini tidak bisa mengucapkan huruf “R”. waktu sd, aku memang tenar di jadikan bahan guyonan, teman sekelas. kata yang berawal atau berakhir ataupun di tengah kata yang ada huruf “R” nya pasti ku jawab dengan huruf “L”. apalagi kalau udah kumpul-kumpul, bahasnya pasti gini : ular melingkar-lingkar di pagar pak umar. walaupun cuman justkidding, tapi kan kadang sedih juga.

sampai aku duduk di sma juga masih dijadikan bahan guyonan, walaupun hanya 2 atau 3 orang. tapi aku terima sebagai keunikan yang diberikan ALLAH SWT kepadaku. dan sebagai dorongan aku menjadi lebih baik, lebih bisa, lebih semangat dalam menghadapi ujian-ujian yang aku hadapi. terbukti ku bisa lebih unggul 1 tingkat dibandingkan teman-temanku yang lain dalam hal pelajaran.

SO…. kenapa tidak?, masa hanya karna punya kekurangan yang dimiliki berarti kita menjadi orang yang pesimis, bukan itu melainkan kita harus optimis untuk mendapatkan kesuksesan. Cadel??? pede ajha…!